Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat. Betis merupakan bagian belakang bawah kaki yang terdiri dari tiga otot utama. Yaitu otot medial, otot lateral, dan otot soleus yang menempel pada tulang tibia dan tulang fibia. Setiap terjadi gerakan, seperti berlari, berdiri, atau jongkok membutuhkan koordinasi tulang dan otot-otot tersebut.

Namun sayangnya, ada saja faktor atau hal yang dapat menyebabkan betis tersa sakit atau nyeri. Nah, untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini dalam Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat.

Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Rasa sakit pada betis biasanya berbeda-beda setiap orangnya, bisa berupa nyut-nyutan atau seperti ditusuk-tusuk. Meski betis sakit tidak termasuk dalam jenis penyakit mematikan, namun tetap saja anda harus mengetahui penyebab dan juga cara mengatasinya. Hal ini karena mungkin saja rasa sakit tersebut merupakan gejala atau pertanda awal dari adanya penyakit berbahaya.

Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Berikut penyebab-penyebab betis sakit yang sering terjadi. Antar lain :

  • Kram otot

Penyebab betis sakit yang pertama adalah akibat terjadinya kram otot. Kram otot merupakan penyebab betis sakit yang paling umum terjadi. Biasanya, kondisi ini terjadi selama olahraga atau setelah olahraga. Misalnya akibat dehidrasi, kekurangan elektrolit dalam tubuh, kurangnya pemanasan sebelum olehraga, atau mungkin akibat olahraga yang terlalu lama. Sehingga otot menjadi lemah.

  • Sciatica

Penyebab betis sakit yang lainnya adalah akibat sciatica. Sciatica atau nyeri pinggul terjadi karena saraf sciatif mengalami gangguan. Saraf sciatic adalah saraf yang mengontrol otot di kaki bagian bawah dan belakang lutut.

Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan pada punggul bagian bawah yang menjalar ke otot betis.

  • Ketegangan otot

Ketegangan otot atau disebut juga dengan gastronemius medial adalah bagian otot betis yang paling sering mengalami luka. Biasanya hal ini disebabkan oleh adanya sobekan sebagian atau seluruhnya pada serabut otot tersebut.

Gejalanya bisa bervariasi. Namun kebanyakan kasus penderitanya mengalami rasa sakit dan nyeri secara tiba-tiba pada daerah otot betis akibat ketegangan otot.

Kondisi ini juga bisa terjadi akibat otot kelelahan karena digunkan secara berlebihan. Latihan fisik contohnya. Dimana hal tersebut dapat menyebabkan banyak tekanan, sehingga otot menjadi tegang dan akhirnya robek.

  • Plantar fasciitis

Penyebab betis sakit yang selanjutnya adalah akibat plantar fasciitis. Plantar fasciitis atau disebut juga dengan otot plantaris adalah otot kecil dan tipis yang berada pada bagian bawah kaki. Jika otot betis ini mengalami banyak tekanan, maka otot plantaris pun akan pecah. Sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri di belakang kaki yang menjalar hingga ke betis.

Kondisi ini menjadi penyebab betis sakit saat berdiri dan menyulitkan penderitanya untuk meregangkan kaki.

  • Sindrom kompartemen

Sindrom kompartemen adalah cedera pada otot betis akibat adanya kelebihan darah atau cairan yang menumpuk. Sehingga kaki tidak bisa meregang dengan baik. Dimana cairan tersebut dapat memberikan tekanan berlebih pada saraf dan pembuluh darah yang ada di kaki bagian bawah.

Kondisi ini bisa menjadi penyebab betis sakit, bengkak, mati rasa dan kesemutan. Selain itu, risiko akan meningkat saat seseorang mengalami cedera pada kaki saat olahraga atau mengalami trauma pada kaki akibat kecelakaan.

  • Tendonitis achilles

Tendonitis achilles adalah jaringan ikat yang menghubungkan otot betis dengan tumit. Saat ada tekanan berlebih pada otot betis, tendon achilles bisa pecah. Kondisi ini bisa ditandai dengan adanya gejala berupa nyeri pada betis, pembengkakan, dan kesulitan untuk merentangkan kaki.

  • Deep Vein Thrombosis (DVT)

Penyebab betis sakit yang lainnya adalah akibat deep vein thrombosis (DVT). DVT umumnya terjadi akibat penggumpalan darah yang terbentuk pada salah satu vena di kaki. Kondisi ini menyebabkan adanya rasa sakit parah, pembengkakan dan perubahan warna kulit kaki.

Biasanya kondisi ini terjadi pada mereka yang memiliki kondisi-kondisi tertentu. Seperti mengalami tekanan darah tinggi, gangguan pembengkuan darah, duduk terlalu lama, merokok, serta efek samping obat-obatan.

  • Klaudikasio arteri

Klaudikasio arteri adalah nyeri pada betis akibat terjadinya penyempitan atau penyumbatan di arteri yang memasok aliran darah ke kaki. Kondisi ini dapat menjadi penyebab betis sakit, paha, punggung bawah, serta bokong.

Meski biasanya rasa sakit akan hilang dengan sendirinya, namun kondisi yang sama akan bisa muncul kembali. Ini karena arteri membutuhkan asupan oksigen saat melakukan gerakan.

  • Neuropati diabetik

Neuropati diabetik bisa terjadi pada mereka yang mengidap diabetes dan telah menyebabkan adanya komplikasi atau kerusakan pada saraf. Kadar gula yang tinggi daoat merusaka saraf tubuh, biasanya pada bagian tangan dan kaki.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala. Seperti kram otot, otot lemah, kehilangan keseimbangan, mati rasa, dan tentunya rasa nyeri parah pada bagian saraf yang terkena.

  • Varises

Varises adalah pembuluh darah yang membesar yang sering muncul dari kaki dan mungkin terlihat seperti tali. Mereka berkembang ketika kutup yang rusak di pembuluh darah seseorang memungkinkan darah mengalir kembali.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya kram otot dan kaki berdenyut diserai rasa sakit.

Cara Mengatasi Betis Sakit Tanpa Obat

Untuk mengatasi rasa sakit pada betis berbeda-beda, tergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Namun ada beberapa cara yang bisa anda lakukan saat betis terasa sakit.

Berikut cara mengatasi rasa sakit pada betis. Antara lain :

  • Berhenti sejenak dari aktivitas saat betis terasa sakit.
  • Kompres dengan menggunakan air dingin atau es selama 10-15 menit.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Lakukan peregangan atau pemanasan pada kaki sebelum berolahraga.
  • Lakukan pertolongan pertama saat kaki mengalami cedera. Misalnya dengan membalutkan kain.
  • Tingkatkan intensitas olahraga atau aktivitas fisik secara bertahap, buka seca tiba-tiba.
  • Saat tidur, usahakan berikan tumpuan seperti bantal pada kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.
  • Mengurut atau memijat betis dengan menggunakan minyak urut atau kayu putih.

Saat nyeri atau sakit betis tidak kunjung membaik, meski anda telah melakukan cara-cara diatas. Ada baiknya jika anda segera berkonsultasi pada dokter anda. Hal ini guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan guna menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

Itulah informasi yang bisa kami berikan mengenai penyebab betis sakit dan cara mengatasinya tanpa  obat. Semoga dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua, khususnya bagi anda yang sedang mengalami betis sakit.

Baca juga :

Komentar

Komentar

error: Content is protected !!